Selasa, 14 April 2009

Penatalaksanaan Terapi Latihan

Metode McKenzie pada Nyeri Tengkuk/nyeri leher
Suharto, RPT.
Akademi Fisioterapi, Departemen Kesehatan, Makassar
reposting by: sterno


PENDAHULUAN
Tengkuk merupakan bagian tubuh yang paling rumit dan
unik karena terdiri dari beberapa sendi yang kompleks dilalui
oleh saraf dan pembuluh darah, otot-otot, tendo dan ligamen-
nya yang memungkinkan tengkuk bergerak secara kompleks.

Di samping itu tengkuk juga daerah yang paling banyak
mendapat ketegangan atau stres, baik waktu istirahat apalagi
jika sedang bekerja serius, misalnya sewaktu duduk di kantor
sepanjang hari dengan posisi duduk atau kursinya kurang
nyaman; hal ini akan mempercepat terjadinya nyeri tengkuk.

Apabila struktur tulang, otot dan saraf mengalami
gangguan di daerah ini, akan menyebabkan nyeri tengkuk yang
gejalanya nyeri sekali, tidak bisa menoleh ke kiri, ke kanan dan
menundukkan ataupun mendongak, sehingga mengganggu
aktifitas sehari-hari penderita.

Salah satu cara untuk mengatasi nyeri tengkuk ini adalah
pemberian fisioterapi dengan menggunakan terapi latihan
metode Mc. Kenzie.


NYERI TENGKUK/LEHER


Apabila seseorang bekerja serius dalam waktu lama, maka
akan terjadi kontraksi otot terus menerus dan berlebihan yang
menghasilkan metabolit yang menimbulkan rasa nyeri.

Katabolit ini agaknya merupakan suatu molekul besar yang
berdifusi perlahan ke luar dari serat otot. Penelitian pada
penderita nyeri tengkuk menunjukkan bahwa tegangnya otot
disertai pula menegangnya otot-otot tunika muskularis arteri
yang mengurus otot itu. Vasokonstriksi ini menyebabkan
bertambah lamanya dari intensitas nyeri.

Gejala nyeri tengkuk dapat dikelompokkan dalam tiga
bagian yaitu :


1) Nyeri tengkuk lokal
Nyeri yang berasal dari otot-otot tengkuk, oleh kontraksi
yang akut maupun kronis. Terjadi secara tidak disadari sebagai
reaksi otot terhadap kecemasan.(Zigler)

Kontraksi otot yang terus menerus ini akan mengakibatkan
kenaikan tekanan intramuskular yang menyebabkan rusaknya
kapiler-kapiler di dalamnya, sehingga terjadi iskemi di dalam
otot yang dapat menimbulkan nyeri.

Otot tengkuk terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok
otot yang menggerakkan kepala dan yang menggerakkan tulang
leher. Kelompok otot yang sering mengalami tegang otot ada-
lah kelompok ekstensor kepala dan ekstensor leher seperti otot
rectus capitis minor dan mayor, otot obliqus capitis superior
dan inferior, otot longus capitis, otot semispinalis capitis, otot
splenius cervisis, otot splenius capitis, otot trapezius serta m.
scalenius medius.

2) Spondilosis servikalis dan kelainan diskus
Spondilosis hanya sebagai faktor predisposisi saja dalam
menimbulkan rasa nyeri. Memang spondilosis tersebut me-
nekan akar saraf tetapi harus diingat bahwa akar saraf tersebut
juga akan teregang pada gerakan kepala terutama pergerakan
fleksi tanpa menimbulkan rasa nyeri.

Gejala dari akar saraf spinalis terutama disebabkan
gangguan di dalam foramen intervertebralis; misalnya proses
inflamasi, hernia diskus atau spondilosis yang dapat menyebab-
kan terjadinya edema sehingga gejala penekanan akar sarafpun
timbul.

Untuk menimbulkan nyeri radikular ada beberapa faktor
yang menguatkan, yaitu : rangsang/iritasi serabut saraf; jika
rangsangan itu berupa tekanan, harus intermitten dan akut, serta
adanya gangguan fungsi seperti gangguan fungsi sensoris dan
motoris.

3) Migraine servikalis
Ciri khas migraine servikalis yaitu rasa nyeri di tengkuk
menjalar ke daerah occipitalis yang sepihak dan terus ke wajah
ke daerah frontalis. Rasa nyeri kepala ini disebabkan oleh ter-
jadinya penekanan pada pleksus simpatikus di sekitar a.
vertebralis yang terjadi karena osteofit dan trauma sebagai
faktor-faktor pencetus.


PEMERIKSAAN FISIOTERAPI

a. Anamnesis umum : Data pribadi penderita.
b. Anamnesis khusus
- Keluhan utama penderita : nyeri tengkuk
- Sifat keluhan utama
- Lamanya keluhan
- Apakah nyerinya menjalar atau terlokalisir
- Faktor yang memperberat dan memperingan keluhan.
c. Inspeksi : Diperhatikan posisi kepala dan leher pada keadaan statis dan dinamis
(Cermin Dunia Kedokteran No. 130, 2001 62)

d. Tes orientasi : Untuk melihat kemampuan gerakan kepala
dan leher.
e. Pemeriksaan fungsi : Gerakan aktif, pasif, tes isometrik
melawan tahanan untuk sendi leher dan kepala.
f. Pemeriksaan khusus
- Palpasi otot leher dan kepala
- Pemeriksaan motorik : kekuatan otot
- Pemeriksaan sensorik
- Tes Kompresi dan distraksi leher.


PENGOBATAN FISIOTERAPI

Bertujuan mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri dan
mengembalikan jarak gerakan sendi leher ke normal agar
penderita dapat beraktivitas kembali tanpa gangguan.
Metode pengobatan yang diberikan adalah Mc. Kenzie.

Latihan ini diberikan pada kondisi nyeri tengkuk lokal tanpa
disertai gangguan neurologis lain seperti gangguan saraf atau
adanya jepitan pada akar saraf servikal. Bila tujuan yang ingin
dicapai adalah berkurangnya rasa nyeri, maka latihan yang
dilakukan sampai timbul rasa nyeri dan berhenti, kemudian
kembali ke posisi awal; sedangkan pada keterbatasan ROM,
gerak leher sampai keterbatasannya kemudian ditambah sedikit
gerakan pasif secara perlahan dan hati-hati.


Pelaksanaan Metode Mc. Kenzie

1) Latihan 1 : Retraksi Kepala
Posisi : Penderita duduk di atas kursi stool.
Latihan : Retraksi kepala artinya menarik kepala ke bela-
kang. Jadi dalam posisi duduk, pandangan mata lurus ke depan
tarik kepala ke belakang tanpa ada fleksi dan ekstensi kepala.
Lakukan latihan ini sampai 10 kali tiap latihan. Waktu retraksi
ditahan 5 hitungan atau 5 detik.
Latihan pertama ini merupakan dasar latihan berikutnya.

2) Latihan 2 : Ekstensi Leher
Posisi : Penderita duduk di kursi stool.
Latihan : Latihan ke dua ini mengikuti latihan pertama,
artinya waktu melakukan latihan pertama dan kepala dalam
posisi retraksi kemudian dagu diangkat mata melihat langit-
langit. Sewaktu kepala dalam posisi extensi dilakukan rotasi ke
kanan dan kiri beberapa derajat, kemudian kembali ke posisi
awal. Ulangi latihan ini 10 kali setiap kali latihan.

3) Latihan 3 : Retraksi Kepala
Posisi : Berbaring tanpa bantal.
Latihan : Latihan ini prinsipnya sama dengan latihan
pertama, tetapi dalam posisi berbaring. Mula-mula tekankan
kepala ke alas kuat-kuat pada waktu itu tariklah dagu ke tubuh,
pandangan tetap ke atas dan tahan sampai hitungan ke lima dan
kemudian lemas. Latihan ini diulang sampai 10 kali setiap
pengobatan.
Latihan ini untuk nyeri tengkuk yang hebat bila latihan
dalam posisi duduk kurang tahan dilakukan.

4) Latihan 4 : Ekstensi Leher

Posisi : Berbaring, kepala di luar tempat tidur dan dengan
disangga oleh tangan kanan.
Latihan : Tangan kanan yang menyangga kepala pelan-
pelan dilepaskan hingga kepala ekstensi ke bawah. Secara aktif
kepala diekstensikan lagi hingga maksimal. Waktu posisi eks-
tensi penuh ini kepala dirotasikan ke kanan dan ke kiri. Tangan
kanan kembali menyangga lagi ke bawah kepala dan geserkan
badan hingga kepala tersangga penuh kembali di atas tempat
tidur.
Latihan ini dilakukan sekali saja setiap latihan.

5) Latihan 5 : Lateral fleksi leher ke kanan dan kiri

Posisi : Duduk di atas kursi stool.
Latihan : Lakukan retraksi kepala (latihan 1) kemudian
pada posisi retraksi, gerakan fleksi ke lateral kanan, kemudian
ke kiri. Agar lebih efektif, lateral fleksi ditambah tekanan pasif
sehingga maksimal kemudian diulang sampai 10 kali tiap
latihan.

6) Latihan 6 : Rotasi leher ke kanan dan ke kiri

Posisi : Duduk di atas kursi stool.
Latihan : Ulangi latihan 1 beberapa kali, kemudian tahan
pada posisi retraksi kepala. Pada posisi tersebut kepala diputar
ke kanan dan kiri. Jagalah kepala tetap dalam posisi retraksi
pada waktu rotasi kepala tadi. Kadang-kadang dirasakan nyeri
pada satu gerakan, misalnya rotasi ke kanan, namun teruskan
sampai maksimum. Pada posisi rotasi maksimum ini tambah-
kan sedikit pasif ke rotasi lebih lanjut, tahan kira-kira 5 kali
hitungan dan kembali ke posisi awal sambil rileks. Gerakan
pasif ini dilakukan sendiri dengan tangan. Ulangi latihan ter-
sebut 10 kali gerakan ke kanan dan kiri setiap latihan.

7) Latihan 7 : Fleksi Leher
Posisi : Duduk di atas kursi stool.
Latihan : Pandangan lurus ke depan dan rileks. Jatuhkan
kepala ke depan hingga hampir menyentuh dada secara lemas.
Kemudian taruh kedua tangan di oksipital kepala (jari-jari
saling menjepit), jatuhkan siku dengan rileks ke bawah sehing-
ga beban kedua tangan menambah fleksi leher. Tahan sampai 5
kali hitungan dan kembali lagi ke posisi awal.
Latihan 7 ini akan terasa sekali manfaatnya pada kasus
nyeri tengkuk atau kaku tengkuk. Latihan diulangi cukup 2
sampai 3 kali setiap latihan.


Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah :

1) Setiap saat, sadar terhadap sikap yang benar dalam ke-
adaan posisi apapun, kemudian peliharalah sikap yang benar ini
secara terus menerus sebagai kebiasaan.
2) Jika terasa nyeri tengkuk akut, lakukan latihan 1 dan 2 atau
3 dan 4.
3) Jika timbul rasa nyeri tengkuk di satu pihak, lakukan
latihan 5 kemudian ikuti latihan satu dan dua.
4) Jika nyeri sudah berkurang lakukan latihan 6 dan 7, ke-
mudian diikuti latihan 1 dan 2.
5) Jika nyeri tengkuk timbul lagi, lakukan koreksi sikap dan
latihan 1 dan 2 dalam interval yang teratur

baca selengkapnya
cidera cervikal pada atlit

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar